Jumat, 15 Februari 2013


Sampai akhir abad ke-15 tidak ada yang tahu tentang tanaman ini kecuali penduduk pribumi Amerika. Penggalian arkeologi telah menunjukkan bahwa 4000 tahun yang lalu, dan mungkin sebelumnya, suku Indian Amerika Utara telah menggunakan tembakau. Dalam peradaban kuno asap tembakau di hubungkan dengan hal-hal medis atau obat-obatan.Kata "tembakau" mungkin berasal dari nama pulau Tobago. Menurut kesaksian pelaut Spanyol, yang tiba bulan Oktober 1942 silam. yang terkenal dengan ekspedisi Columbus saat ini Amerika Tengah. Kata "tobaco" berasal dari penduduk setempat yaitu memutar daun berukuran besar yang dimaksudkan untuk ritual merokok. Columbus disana bertemu dengan orang tua yang sedang merokok atau disebut dengan "Injun", lalu penduduk setempat menawarkan kepada sang kapten kapal, dia tidak bisa menolaknya dan mencoba untuk "merokok" yang digunakan orang-orang Indian, dia tidak hanya mencoba akan tetapi juga menyita daun tembakau yang dimiliki penduduk setempat untuk dibawa pulang. Selanjutnya, orang-orang Spanyol dan Portugis membawa daun dan biji tembakau ke Eropa kemudian orang-orang Eropa juga mulai menanam tembakau tersebut
Duta Besar Perancis di pengadilan Portugis pada tahun 1560 yang bernama Jean Nicot mengirim beberapa tembakau kepada Ratu Catherine de Medici, dia merekomendasikan tembakau sebagaiobat untuk migran (sakit kepala sebelah). Setelah cara ini ampuh kemudian menyebarlah ke seluruh Perancis. Dalam kehormatan dari tanaman Nico kemudian menerima nama latin Nicotiana, dan dipisahkan dari itu pada awal abad ke-19 alkaloid - masing-masing, yang menjadi "nikotin".Sejak paruh kedua dari abad ke 16, tembakau telah cepat semakin populer sebagai tanaman obat, hampir sebagai obat mujarab. Tembakau mendengus, merokok melalui pipa, dikunyah, dicampur dengan berbagai bahan dan digunakan untuk merawat pilek, sakit kepala, sakit gigi, kulit dan penyakit menular. Pada awal abad ke-17 di wilayah Amerika modern, terutama di kolonial Inggris, dan perkebunan tembakau lainnya. Pada tahun 1611, sebuah perkebunan di Virginia Inggris yang dimiliki oleh John Rolf. Benih tembakau ia impor dari Trinidad dan Venezuela, dan teknologi yang dipinjam dari Sir Walter Raleigh. Bahkan 8 tahun kemudian mulai mengekspor tembakau dari Virginia ke Inggris, dan John Rolf secara permanen menetap di Dunia Baru dan bahkan menikahi putri kepala India yang memberikan saran untuk mencoba keberuntungannya di tembakau Di antara para bangsawan pecinta tembakau antara lain adalah Raja Prusia Frederick I (pada abad ke-18), dimuat dalam halaman germanskom festival merokok, dan putranya, Frederick William I, bahkan mendirikan apa yang disebut "Tembakau Collegium", pada pertemuan yang dikombinasikan dengan yang berbeda-beda, tampaknya, hal-hal seperti argumen tentang urusan publik, percakapan yang sopan dan menyenangkan, disertai oleh pipa rokok. Dari kerajaan Rusia pecinta tembakau pertama kali di Rusia muncul dalam benak Peter I - dan, mungkin lebih daripada siapa pun. Peter I menjadi perokok penuh gairah selama tinggal di Inggris."Old Joe" (Joe Tua) merupakan merek rokok yang pertama kali muncul didunia dan pertama kali muncul pada perusahaan rokok RJ Reynolds (Richard Joshua Reynolds) pada tahun 1913.
Camel - Salah satu nama merek rokok, yang diakui dunia internasional dan telah menjadi standar kualitas universal. Kronologi industri tembakau Amerika dan sampai hari ini dibagi menjadi dua periode utama yaitu sebelum "Camel" dan setelah "Camel". Pencipta Camel dan kerajaan tembakau adalah RJ Reynolds Tobacco Company (RJR), Richard Joshua Reynolds turun dalam sejarah tidak hanya sebagai seorang pengusaha yang sukses, tetapi juga sebagai pemasar berbakat.Pada tahun 1920-an iklan rokok Unta mulai bermunculan, dan para wanita menjadi penggemarnya dan sangat menyukai rokok. Sebagian besar disebabkan oleh gaya Unta menjadi simbol sekuler.

Jumat, 12 Oktober 2012

SEJARAH IPM (IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH)


Latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas dari latar belakang berdirniya Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amal Ma’ruf Nahi Munkar dan sebagai kensekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.

Di samping itu situasi dan kondisi politik di Indonesia pada era rahun 1956-an, dimana pada masa ini merupakan masa kejayaan PKI dan masa Orde lama. Muhammadiyah menghadapi tantangan yang sangat berat dari berbagai pihak. Sehingga karena itulah dirasakan perlu adanya dukungan terutama untuk menegakkan dan menjalankan misi Muhammadiyah. Oleh karena itu kehadiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar yang terpanggil pada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung dam penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
Upaya dan keinginan pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak tahun 1919. Akan tetapi selalu saja mendapat halangan dan rintangan dari berbagai pihak, termasuk oleh Muhammadiyah sendiri. Aktivitas pelajar Muhammadiyah untuk membentuk kader organisasi Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mendapat titik –titik terang dan mulai menunjukkan keberhasilannya, yaitu ketika pada tahun 1958, Konferensi Pemuda Muhammdiyah di garut menempatkan organisasi pelajar Muhammmadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muhammadiyah.

Keputusan Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta yakni dengan memutuskan untuk membentuk IPM (Keputusan II/ no.4).

Keputusan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
Muktamar meminta kepada PP Muhammdiyah Majelis Pendidikan bagian Pendidikan dan pengajaran supaya memberi kesempatan dan mengerahkan Kompetensi Pembentukan IPM kepada Pemuda Muhammadiyah.
Muktamar mengamanahkan kepada PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan untuk segera dilaksanakan setelah mencapai persesuaian pendapat dengan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pegajaran.

Setelah ada kesepakatan antara PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran pada tangggal 15 Juni 1961 ditandatanganilah peraturan bersama tentang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Rencana pendirian IPM tersebut dimatangkan lagi di dalam Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 Juli 1961 dan secara nasional melalui forum tersebut IPM dapat berdiri dengan Ketua Umum Herman Helmi farid Ma’ruf, Sekretaris Umum Muhammmad Wirsyam Hasan.

Ditetapkan pula pada tangggal 5 Shafar 1381 bertepatan tanggal 18 Juli 1961 M sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
LAMBANG IPM (IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH)
Keterangan :
Perisai berbentuk segilima runcing di bawah merupakan reformasi bentuk pena. Ukuran satu banding tiga (1:3). Warna kuning berarti keagungan, putih berarti suci, merah berarti keberanian, hijau berarti kemakmuran dan harapan, hitam berarti keabdian, ketuhanan.
Gambar sinar matahari menunjukkan IPM adalah warga Muhammadiyah. Di dalam matahari terdapat tulisan surat Al-Qolam ayat 1 berbunyi ”Nuun Walqolami Wamaa Yasthuruun” yang artinya ”Demi pena dan segala yang dituliskannya”. Tulisan tersebut berwarna hitam yang merupakan semboyan IPM.
Huruf I-P-M berwarna merah dengan kultur hitam. Merah diartikan berani secara aktif menyampaikan dakwah Islam karena IPM merupakan pengembangan tugas pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
Visi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah)
Terwujudnya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Misi IPM  (Ikatan Pelajar Muhammadiyah)
1.  Memperjuangkan nilai-nilai Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.
2. Meningkatkan kapasitas kepemimpinan pelajar muslim melalui kaderisasi, pendampingan, dan advokasi.
3.  Meningkatkan kesadaran pelajar tentang ilmu pengetahuan, keterampilan dan tekhnologi.
4.  Mengembangkan potensi pelajar muslim guna membentuk masyarakat muslim yang sebenar-benarnya.

Struktur Pimpinan IPM
Ketua Umum
Ketua (Organisasi)
Ketua (Perkaderan)
Ketua (Kajian dan Dakwah Islam/KDI)
Ketua (Pengkajian Ilmu Pengetahuan/PIP)
Ketua (Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga/ASBO)
Ketua (Advokasi)
Ketua (Hubungan Luar Negeri/Hubla)
Ketua (Ipmawati)
Sekretaris Jendral / Sekretaris Umum
Sekretaris (Organisasi)
Sekretaris (Perkaderan)
Sekretaris (Kajian dan Dakwah Islam)
Sekretaris (Pengkajian Ilmu Pengetahuan)
Sekretaris (Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga)
Sekretaris (Advokasi)
Sekretaris (Hubungan Luar Negeri)
Sekretaris (Ipmawati)
Bendahara Umum
Bendahara
Bendahara
Anggota Bidang
Anggota Bidang Organisasi
Anggota Bidang Perkaderan
Anggota Bidang Kajian dan Dakwah Islam
Anggota Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Anggota Bidang Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga
Anggota Bidang Advokasi
Anggota Bidang Hubungan Luar Negeri
Anggota Bidang Ipmawati

Itu tadi adalah sedikt tentang IPM . Bagaimana berdirinya IPM dan kenapa para pelajar Indonesia dulu ingin mendirikan IPM . Nah sekarang bagi kalian yang telah menjadi anak IPM (IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH) . Apakah kalian sudah tau apa itu IPM . Lalu apakah setelah itu apa kalian pernah berfikir untuk apa saya ikut IPM , kenapa harus IPM . Lalu apakah kalian kembali perfikir apa yang harus di lakukan sesudah ikut IPM .
Maka pikirkanlah saudara-saudaraku mulai sekarang . Jika kita telah menemukan jawaban semua pertanyaan tadi ,kita akan mencintai IPM dan selalu berusaha ada untuk IPM .dengan niat karena ALLAH SWT .
Dan bagi kalian yang belum mengikuti IPM , ayo ikut dengan kami (ke IPM tentunya) . Mari kita bersama sama menghidupkan islam di jalan yang benar .

PEDULI KADER

Kader muda yang sebagai ujung tombak perjuangan ISLAM di masa mendatang sekarang kurang menjadi perhatian banyak orang. Penyebab ini dikarenakan kurangnya binaan dari yang lebih senior, apalagi kader sekarang lebih terobsesi dengan kemajuan teknologi dibandingkan dengan perjuangan dakwah ISLAM. Mereka takut bagaimana mereka dapat hidup apabila hanya berdakwah dan tidak untuk memenuhi kehidupan duniawi saja bahkan sekarang ada pula Kader yang menjual harga dirinya dengan kekayaan semata, mereka tidak perduli lagi dengan namanya malu, takut dosa, Dll. Yang mereka pikirkan hanya bagaiamana mereka dapat memuaskan hasrat mereka dan tidak perduli dengan akibat yang akan mereka terima. hal ini tentunya menjadi perhatian serius bagi para orang tua atau siapapun yang perduli dengan KADER.