Selasa, 30 September 2014

Film “BOS” Karya kreatif IPM SMK Muhammadiyah Bawang



Film “BOS” Karya kreatif
      IPM SMK Muhammadiyah Bawang


Organisasi IPM adalah organisasi terus bergerak dan punya segudang kreatifitas, seperti karta IPM yang satu ini, yaitu film indie yang berjudul “Bos” (Bukan Orang Sembarangan). IPM berfikir dan bekerja keras dalam pembuatan film ini, film amatir bergenre komedi dan perjuangan yang mengisahkan tentang perjuangan dua orang anak dari kalangan keluarga tidak mampu yang orang tuanya tidak mendukung untuk melanjutkan sekolah. Namun berkat kegigihan dan sebab yang tidak disengaja, mereka mendapatkan pertolongan dari seorang guru untuk bisa sekolah gratis. Akan tetapi perjuangan mereka tidak terhenti sampai disitu. Setelah mereka masuk kesekolah tersebut, justru lebih banyak rintangan dan masalah yang dihadapi, termasuk kebencian diantara dua tokoh tersebut. Dengan unsur-unsur komedi yang mengocok perut anda ini, pasti film ini akan menarik banyak kalangan. Lalu  bagaimana endingnya? Silahkan nikmati film ini.

Film ini dibintangi oleh sejumlah siswa SMK Muhammadiyah Bawang yang berbakat dibidang akting, yaitu Ubaidillah (Andik), Diti Bayu Aji (Parjan), Triswanti (Lilis), M. Syahdan (Angga) dan masih banyak yang lain. Dalam pembuatannya banyak sekali persoalan dalam pembuatan film ini namun berkat kegigihan dan kerja keras dibarengi dengan doa juga dan dikomandoi oleh sutradara dari dalam sekolah sendiri akhirnya film ini dapat terselesaikan. Penasaran? Lihat saja filmnya langsung, film ini dibandrol dengan harga Rp. 7000,- termasuk murah bukan! Dan adapula hadiah yang bisa didapat jika beruntung dalam pembelian keping VCDnya. Ditonton ya...

Senin, 29 September 2014

Arsenal Diminta Tak Lagi Inferior di Kandang Tim Besar Musim Ini

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Senin, 29/09/2014 19:33 WIB




London - Musim lalu Arsenal punya rekor buruk kala bertemu tim-tim besar teruta saat bermain di markas lawan. Musim ini hal tersebut tidak boleh terulang lagi, dimulai akhir pekan nanti saat melawan Chelsea.

Di kandang sendiri, Arsenal cuma menang atas Liverpool dan Tottenham Hotspur. Sementara mereka seri kala menghadapi Manchester City, Chelsea, Manchester United, dan Everton.

Begitu main di kandang lawan, The Gunners malah remuk redam. Melawat ke markas City, Liverpool, dan Chelsea, mereka kalah telak 3-6, 1-5, dan 0-6. Di markas Everton takluk tiga gol tanpa balas.

Rentetan kekalahan telak itu boleh jadi masih membekas di benak para pemain Arsenal dan musim ini mereka masih belum bisa menang atas tim besar. Hasil seri 1-1 melawan Tottenham Sabtu lalu melanjutkan hasil imbang 2-2 kontra Manchester City dua pekan sebelumnya.

Akhir pekan ini Arsenal akan mendatangi Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea yang kini tengah memuncaki klasemen. Bayang-bayang kekalahan enam gol tanpa balas bisa jadi penghalang untuk Arsenal memetik kemenangan di sana.

Namun Alex Oxlade-Chamberlain menegaskan timnya sudah melupakan kekalahan itu dan bertekad untuk tampil lebih baik musim ini kala melawat ke kandang tim-tim besar.

"Kami tahu apa yang terjadi di sini (Stamford Bridge) musim lalu. Mungkin kami masih punya sesuatu yang harus dibuktikan di sana, kami tahu musim ini kami harus lebih baik lagi di laga-laga besar dan mendapatkan hasil yang lebih baik," tutur Chamberlain seperti dikutip Sky Sports.

"Kami tak sabar untuk segera memainkan laga itu dan saya jelas berpikir kami bakal bermain dengan kepercayaan diri. Kami menghormati Chelsea sebagaimana mestinya - tapi di saat bersamaan saya yakin pada rekan-rekan saya dan pada kemampuan kami saat bermain di kandang lawan seperti Chelsea, yakni mengatur tempo dan mudah-mudahan bisa menguasai pertandingan," sambungnya.

"Akan ada saatnya di laga itu mereka akan lebih sering menguasai laga karena mereka adalah tim top."

"Dua tim sama-sama bagus, mereka akan bisa menguasai bola, kami pun begitu. Kami hanya harus memastikan kami memanfaatkan setiap kesempatan yang didapat," demikian dia.

Jumat, 12 Oktober 2012

SEJARAH IPM (IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH)


Latar belakang berdirinya IPM tidak terlepas dari latar belakang berdirniya Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amal Ma’ruf Nahi Munkar dan sebagai kensekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik kader.

Di samping itu situasi dan kondisi politik di Indonesia pada era rahun 1956-an, dimana pada masa ini merupakan masa kejayaan PKI dan masa Orde lama. Muhammadiyah menghadapi tantangan yang sangat berat dari berbagai pihak. Sehingga karena itulah dirasakan perlu adanya dukungan terutama untuk menegakkan dan menjalankan misi Muhammadiyah. Oleh karena itu kehadiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi para pelajar yang terpanggil pada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung dam penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
Upaya dan keinginan pelajar Muhammadiyah untuk mendirikan organisasi pelajar Muhammadiyah telah dirintis sejak tahun 1919. Akan tetapi selalu saja mendapat halangan dan rintangan dari berbagai pihak, termasuk oleh Muhammadiyah sendiri. Aktivitas pelajar Muhammadiyah untuk membentuk kader organisasi Muhammadiyah di kalangan pelajar akhirnya mendapat titik –titik terang dan mulai menunjukkan keberhasilannya, yaitu ketika pada tahun 1958, Konferensi Pemuda Muhammdiyah di garut menempatkan organisasi pelajar Muhammmadiyah di bawah pengawasan Pemuda Muhammadiyah.

Keputusan Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Garut tersebut diperkuat pada Muktamar Pemuda Muhammadiyah II yang berlangsung pada tanggal 24-28 Juli 1960 di Yogyakarta yakni dengan memutuskan untuk membentuk IPM (Keputusan II/ no.4).

Keputusan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
Muktamar meminta kepada PP Muhammdiyah Majelis Pendidikan bagian Pendidikan dan pengajaran supaya memberi kesempatan dan mengerahkan Kompetensi Pembentukan IPM kepada Pemuda Muhammadiyah.
Muktamar mengamanahkan kepada PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyusun konsepsi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan untuk segera dilaksanakan setelah mencapai persesuaian pendapat dengan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pegajaran.

Setelah ada kesepakatan antara PP Pemuda Muhammadiyah dan PP Muhammadiyah Majelis Pendidikan dan Pengajaran pada tangggal 15 Juni 1961 ditandatanganilah peraturan bersama tentang organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Rencana pendirian IPM tersebut dimatangkan lagi di dalam Konferensi Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tanggal 18-20 Juli 1961 dan secara nasional melalui forum tersebut IPM dapat berdiri dengan Ketua Umum Herman Helmi farid Ma’ruf, Sekretaris Umum Muhammmad Wirsyam Hasan.

Ditetapkan pula pada tangggal 5 Shafar 1381 bertepatan tanggal 18 Juli 1961 M sebagai hari kelahiran Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
LAMBANG IPM (IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH)
Keterangan :
Perisai berbentuk segilima runcing di bawah merupakan reformasi bentuk pena. Ukuran satu banding tiga (1:3). Warna kuning berarti keagungan, putih berarti suci, merah berarti keberanian, hijau berarti kemakmuran dan harapan, hitam berarti keabdian, ketuhanan.
Gambar sinar matahari menunjukkan IPM adalah warga Muhammadiyah. Di dalam matahari terdapat tulisan surat Al-Qolam ayat 1 berbunyi ”Nuun Walqolami Wamaa Yasthuruun” yang artinya ”Demi pena dan segala yang dituliskannya”. Tulisan tersebut berwarna hitam yang merupakan semboyan IPM.
Huruf I-P-M berwarna merah dengan kultur hitam. Merah diartikan berani secara aktif menyampaikan dakwah Islam karena IPM merupakan pengembangan tugas pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.
Visi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah)
Terwujudnya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Misi IPM  (Ikatan Pelajar Muhammadiyah)
1.  Memperjuangkan nilai-nilai Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin.
2. Meningkatkan kapasitas kepemimpinan pelajar muslim melalui kaderisasi, pendampingan, dan advokasi.
3.  Meningkatkan kesadaran pelajar tentang ilmu pengetahuan, keterampilan dan tekhnologi.
4.  Mengembangkan potensi pelajar muslim guna membentuk masyarakat muslim yang sebenar-benarnya.

Struktur Pimpinan IPM
Ketua Umum
Ketua (Organisasi)
Ketua (Perkaderan)
Ketua (Kajian dan Dakwah Islam/KDI)
Ketua (Pengkajian Ilmu Pengetahuan/PIP)
Ketua (Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga/ASBO)
Ketua (Advokasi)
Ketua (Hubungan Luar Negeri/Hubla)
Ketua (Ipmawati)
Sekretaris Jendral / Sekretaris Umum
Sekretaris (Organisasi)
Sekretaris (Perkaderan)
Sekretaris (Kajian dan Dakwah Islam)
Sekretaris (Pengkajian Ilmu Pengetahuan)
Sekretaris (Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga)
Sekretaris (Advokasi)
Sekretaris (Hubungan Luar Negeri)
Sekretaris (Ipmawati)
Bendahara Umum
Bendahara
Bendahara
Anggota Bidang
Anggota Bidang Organisasi
Anggota Bidang Perkaderan
Anggota Bidang Kajian dan Dakwah Islam
Anggota Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan
Anggota Bidang Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga
Anggota Bidang Advokasi
Anggota Bidang Hubungan Luar Negeri
Anggota Bidang Ipmawati

Itu tadi adalah sedikt tentang IPM . Bagaimana berdirinya IPM dan kenapa para pelajar Indonesia dulu ingin mendirikan IPM . Nah sekarang bagi kalian yang telah menjadi anak IPM (IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH) . Apakah kalian sudah tau apa itu IPM . Lalu apakah setelah itu apa kalian pernah berfikir untuk apa saya ikut IPM , kenapa harus IPM . Lalu apakah kalian kembali perfikir apa yang harus di lakukan sesudah ikut IPM .
Maka pikirkanlah saudara-saudaraku mulai sekarang . Jika kita telah menemukan jawaban semua pertanyaan tadi ,kita akan mencintai IPM dan selalu berusaha ada untuk IPM .dengan niat karena ALLAH SWT .
Dan bagi kalian yang belum mengikuti IPM , ayo ikut dengan kami (ke IPM tentunya) . Mari kita bersama sama menghidupkan islam di jalan yang benar .

PEDULI KADER

Kader muda yang sebagai ujung tombak perjuangan ISLAM di masa mendatang sekarang kurang menjadi perhatian banyak orang. Penyebab ini dikarenakan kurangnya binaan dari yang lebih senior, apalagi kader sekarang lebih terobsesi dengan kemajuan teknologi dibandingkan dengan perjuangan dakwah ISLAM. Mereka takut bagaimana mereka dapat hidup apabila hanya berdakwah dan tidak untuk memenuhi kehidupan duniawi saja bahkan sekarang ada pula Kader yang menjual harga dirinya dengan kekayaan semata, mereka tidak perduli lagi dengan namanya malu, takut dosa, Dll. Yang mereka pikirkan hanya bagaiamana mereka dapat memuaskan hasrat mereka dan tidak perduli dengan akibat yang akan mereka terima. hal ini tentunya menjadi perhatian serius bagi para orang tua atau siapapun yang perduli dengan KADER.